Sabtu, 10 Desember 2016

Teks Sejarah

Yohasto Tri Handoyo


Yohasto Tri Handoyo lahir di Magelang, 10 Juni 1973 lahir dari sepasang suami istri bernama Yohanes Darabin yang lahir di Solo 28 Agustus 1928 yang bekerja sebagai guru SD dan Zubaidah lahir di Magelang, 12 Desember 1952 sebagai ibu rumah tangga. Beliau  anak ke tiga dari tiga bersaudara. Pada tahun 1981, beliau masuk SD KRISTEN 1 yang terletak masih satu komplek dengan perumahan guru yang saat itu beliau tempati. Pada tahun 1987, beliau lulus SD melanjutkan ke SMP N 8 Magelang  yang letaknya kurang lebih 2 km dari rumah. Berangkat dan pulang sekolah dengan berjalan kaki. Tahun 1990 beliau lulus dari SMP 8 N  Magelang lalu melanjutkan ke SMA KRISTEN 1 Magelang. Beliau sangat menikmati masa-masa SMA bersama teman-teman dengan penuh gembira hingga pada tahun 1993 beliau telah menyelesaikan masa belajarnya di SMA dengan baik. Setelah lulus SMA beliau mencoba untuk  mengikuti SIPENMARU (Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru) di Universitas Sebelas Maret di Solo namun keberuntungan belum berpihak pada beliau. Beliau mengisi waktu kosongnya dengan mendaftarkan diri untuk ikut kursus komputer ASKI di Jalan Tentara Pelajar Magelang selama tiga bulan. Berawal dari kursus tersebut beliau mendapat sertifikat Windos 6 dan LOTUS1,2,3. Namun dengan inipun keberuntungan masih belum berpihak kepada beliau. Tak terasa satu tahun beliau telah menganggur.

Pada bulan Juni 1994, bapak beliau memberi tawaran untuk masuk di sekolah Maritim Yogyakarta. Beliau  mengikuti penawaran untuk mengikuti tes di sekolah Kemaritiman. Setelah mengikuti tes dan seleksi di nyatakan lolos di Pendidikan Perwira Radio Komunikasi. Perjuangan untuk mencapai kelulusan penuh perjuangan karena persaingan yang ketat. Setelah dua tahun beliau mendapatkan ijazah kelulusan. Setelah ijazah ditangan, pada bulan November 1996 beliau menginjakkan kaki di Surabaya untuk mencari apa yang di impikan yaitu berlayar. Ternyata mencari pekerjaan saat itu tak semudah yang di impikan, dor to dor untuk mencari pekerjaan dan pada bulan Desember 1996 beliau mendapatkan yang di impikan. Berlayar dari pulau ke pulau tak terasa dari ujung barat sampai ujung timur Indonesia beliau singgahi. Ombak angin pun teratasi berkat campur Tuhan yang selalu melindungi pelayaran beliau dan kawan-kawan.

Pada tahun 2000 bulan Mei beliau mempersunting Ika Wulan Sekar sebagai istrinya. Setelah satu tahun menikah beliau di karuniani anak perempuan bernama Dinar Arsa Era Adirian. Kini anak perempuannya bersekolah di MAN Karet yang duduk di kelas X. Tahun 2008 tepatnya pada bulan Maret beliau di karuniani anak laki-laki bernama Fayakun Ath-Thoriq Adirian. Kini anak laki-laki nya bersekolah di SD N Tidar 7 Magelang yang duduk di kelas tiga.
Bulan Juni 2012, beliau melanjutkan study nya PASIS ANT III di BALAI BESAR PENDIDIKAN PENYEGARAN DAN PELATIHAN ILMU PELAYARAN (BP3IP), Jakarta. Banyak teman-teman beliau yang mempunyai impian untuk masuk di BP3IP Jakarta. Puji Tuhan beliaupun bisa masuk di Badan Diklat tersebut. Perjuangan yang berat dalam kehidupannya karena beliau membiayai sendiri sekolahnya dan tidak mendapat subsidi dari manapun. Berkat keuletan istri tercinta yang bisa mengatur keuangan hingga beliau bisa masuk ke DIKLAT PASIS ANT III. Beliau mengikuti pembelajaran di kampus selama sembilan bulan. Berangkat pagi pulang sore kadang beliau merasa jenuh menjalaninya namun semangat mengalahkan segalanya demi cita-cita yang beliau ingin raih. Tak terasa sembilan bulan dilalui dengan penuh krasa keprihatinan. Berkat campur tangan Tuhan yang selalu memberi kemudahan dan kecukupan pada bulan Juli 2013  DIKLAT PASIS ANT III dapat terselesaikan.

Pada bulan Januari 2014  ijazah dapat diambil di Jakarta. Setelah ijazah di tangan penawaran pekerjaan dari teman-teman mulai datang. April 2015 beliau di beri kepercyaan untuk mengambil kapal di Singapore untuk dibawa ke Surabaya. 
Kini beliau bekerja di Perusahaan Indah Permata, Surabaya.

1 komentar: